Selasa, 07 Juni 2016

Wisata ke Situs Banten Lama dengan Kereta Api

Tahukah anda jika Situs Banten Lama dapat dicapai dengan menggunakan kereta api ?

Awalnya saya berangkat dari rumah saya di bilangan Tebet dengan KRL Commuter Line menuju Stasiun Duri, tiba sekitar pukul 06:30. Lalu segera menuju ke loket untuk membeli tiket KA Banten Ekspres relasi Angke - Merak. Tiketnya relatif murah untuk jarak yang cukup jauh, hanya 8000 rupiah. Untuk menuju wilayah Banten Lama, kita dapat turun di stasiun paling dekat, yaitu Stasiun Karangantu. Bisa pulang pergi dengan kereta yang sama, namun jam tibanya kereta harus sangat diperhatikan. 

Kereta tiba di Stasiun Duri pada pukul 07:14. Estimasi waktu perjalanan sekitar 4 jam, tiba di Stasiun Karangantu sekitar pukul 11:00. Kereta yang menuju ke jakarta akan tiba lagi di Stasiun Karangantu pada pukul 14:43. Oleh karena itu, saya hanya memiliki waktu untuk berjalan-jalan kurang dari 4 jam.

Sesampainya di Stasiun Karangantu, saya menaiki angkot biru (saya lupa nomornya), tujuan ke Banten Lama dengan ongkos 5000 rupiah sekali jalan. Jaraknya cukup dekat, kurang dari 15 menit kita sudah sampai di pelataran Masjid Agung Banten.

Di sisi sebelum Masjid Agung Banten, kita dapat melihat Benteng Surosowan, yang merupakan benteng pertahanan Kesultanan Banten dalam menghadapi pemerintah Kolonial Belanda. Selain itu juga terdapat Museum Kepurbakalaan Banten. Museum ini memberikan informasi tentang sejarah terbentuknya Kesultanan Banten, serta kebudayaan dan benda-benda peninggalan yang berasal dari sekitar Provinsi Banten. Di pelataran museum ini terdapat sebuah meriam dan beberapa prasasti.


Sebuah tabel yang berisi nama-nama Sultan Banten dari masa ke masa 

Setelah puas menelusuri Museum Kepurbakalaan Banten, saya menuju ke Masjid Agung Banten. Masjid ini selalu ramai oleh para peziarah. Saya mengunjungi Menara Masjid Agung Banten, yang merupakan ikon dari Provinsi Banten. Kita pun diizinkan untuk naik hingga ke puncak menara tersebut. Dari atas puncak menara, kita dapat melihat pemandangan Laut Jawa dan pulau-pulau kecil, serta Gunung Karang dari kejauhan. 
Menara Masjid Agung Banten. "Ikon" Provinsi Banten.






Pemandangan dari atas Menara Masjid Agung Banten




Setelah itu, saya menuju ke kompleks Benteng Spellwijk, yang dalam satu wilayah tersebut juga terdapat Vihara Avalokitesvara serta kuburan cina. Benteng ini merupakan pusat pertahanan pemerintah kolonial Belanda di wilayah Kesultanan Banten.  Jaraknya cukup jauh jika berjalan kaki. Menempuh waktu sekitar 20 menit, menyebrangi rel kereta api dan rumah penduduk.




Setelah puas menelusuri Benteng Spellwijk, saya memutuskan untuk kembali ke kompleks Masjid Agung Banten dan segera menaiki angkot yang sama untuk menuju ke Stasiun Karangantu agar tidak ketinggalan kereta. 

Kereta pun tiba di Stasiun Karangantu tepat pukul 14:43. Dan tiba di Stasiun Duri pada pukul 18:20. Trip yang seru pada hari itu pun berakhir. Sampai ketemu di trip berikutnya !